Metode Belajar yang Efektif
Belajar Menulis dari Bu Iis Safuroh
Sesi belajar menulis PGRI sesi ke-29 kali ini dibersamai oleh ibu Iis Safuroh, M.Pd.I. beliau adalah alumni komunitas belajar menulis PGRI gel.16. Sederet prestasi telah diraih Bunda Iis. Menurut saya, Bunda Iis seorang guru yang multi talenta, karena selain mengajar dari jenjang SD hingga Perguruan tinggi , beliau juga penyiar radio, juga seorang penulis, dan aktif di blog Iis Safuroh bahkan beliau banyak menjadi juara di berbagai lomba, salah satunya adalah Beliau pernah mendapat Juara 2, Karya Tulis Nyata Guru kreatif inovatif kabupaten Cianjur 2020. Walaupun hanya memiliki basic menulis dari SMA lewat kelas Bahasa dan ekskul karya Ilmiah Jurnalistik, dalam 3 bulan beliau sudah menulis 3 buku dan sedang dalam proses buku ke 4. Bu Iis menceritakan orientasi mengajar beliau adalah orientasi akhirat dan memberikan ilmu yang bermanfaat, dan itu sangat menginspirasi bagi guru guru terutama saya. Beliau juga menyatakan pentingnya menulis yaitu memberikan banyak peluang untuk membaca, dan menjadi penulis membuat kita lebih kreatif untuk "naik kelas" karena Allah akan meningkatkan derajat orang berilmu. Raihlah ilmu, ikatlah dengan menuliskannya.
- Memiliki sebuah impian untuk diwujudkan, dalam hal ini menerbitkan buku. Bunda Iis bercerita bahwa beliau terinspirasi dari pesan dosen beliau "Anda harus membuat karya buku minimal 1 buku seumur hidup.". Pesan itu yang selalu jadi penyemangat beliau untuk menulis buku, dan akhirnya impian untuk menulis buku sudah terwujud. Terbukti sejak mengikuti grup menulis, yang tadinya target menulis 1 buku, bertambah menjadi 2, 3 dan 4. Beliau juga membuktikan bahwa Menulis itu...ternyata...Implementasi menuju impian
- Menemukan moment "Ahha..! " artinya moment ketika munculnya ide ide di kepala. Hal ini bisa dilakukan dengan bergabung dengan grup penulis seperti pengalaman bunda Iis, beliau menemukan Ahha moment itu saat diajarkan banyak hal oleh guru-guru di kelompok belajar menulis, dan mendapat kritik dan saran dari banyak teman-teman yang ahli di bidang ngeblog dan memiliki karya tulis. Buku ketiga beliau yaitu “Menulis itu Rekreasi” juga terinspirasi dari grup menulis yang beliau ikuti, dari resume pertanyaan dan kiat kiat menulis dari para narasumber hebat di grup menulis yang beliau ikuti.
- Menulis ide di buku catatan sebagai metode menghafal, metode “menulis sama dengan 8x membaca”, metode itu beliau gunakan untuk meresume dan beliau juga membuat judul-judul yang menarik dan di dalamnya ada sub-sub judul kecil sebagai outline untuk dikembangkan. Misalnya menuliskan istilah-istilah baru beserta pengertiannya. Jadi setiap hari ada ide tulisan dari perbendaharaan kata yang menjadi topik. Beliau memiliki prinsip bahwa penulis harus mengetahui dan menguasai apa yang ditulisnya, apalagi jika tulisan itu untuk dipublikasikan. .
Memiliki target pencapaian, misalnya membuat weekly to do list
- Membaca
- Mulailah belajar berliterasi, memulai dengan membuat modul-modul kegiatan sehari-hari yang kita lakukan. Memulai dari hal kecil seperti memperbaiki kalimat, tanda baca, memberi spasi setelah tanda baca dan mengurangi singkatan dan kata-kata non baku.
- Menulis dari hal yang dialami, dan menulis dari yang paling disukai
- Manajemen waktu yang baik
- Berani menuliskan ilmu agar bermanfaat bagi banyak orang.
- Penulis tidak boleh sombong
- Harus sering show up
- Berani memulai
- Bersikap terbuka
Kendala
internal untuk menulis menurut bunda Iis
- Rasa enggan berpikir
- Kurang semangat untuk memulai
- Tidak mencatat bagian bagian penting sebelum menulis sehingga tulisan kita banyak hal yang posisinya sama.
- Terkadang tidak mau invest waktu untuk menulis
- REMEMBER. syarat mengingat yaitu dengan menuliskannya
- UNDERSTANDING, caranya duduk sebentar nanti akan faham
- APLICATION, diresume di buku dulu atau di Ms. office word atau di mana saja yang nyaman.
- CREATED, diciptakan atau dikemas ulang menjadi hal yang berbeda. Bukan flagiat tapi mengikuti sumber atau mengetahui dasarnya.
- Menjadikan kita berpengetahuan luas
- Menorehkan jejak Digital yang akan abadi hingga nanti
- Belajar mengimplementasikan ilmu
- Membuat kita berani show up dan speak up
hingga suara kita didengar orang lain.
Sebenarnya banyak hal yang bunda Iis sampaikan dan apa yang beliau sampaikan menurut saya bemutu dan penting semua, dan rangkuman ini hanya sebagian point yang bisa saya rangkum dari apa yang beliau sampaikan. Menurut saya yang paling berkesan adalah prinsip beliau yang bekerja dan menulis untuk orientasi akhirat, bagaimana agar karya bisa bermanfaat bagi orang lain, jadi ilmu yang didapat kita tuliskan sehingga orangpun bisa belajar dari apa yang kita tulis.
Berikut point kesimpulan dari bu Iis
- Mulailah Percaya Diri mengeluarkan opini dengan menulis setiap hari.
- Memilih Diksi yang manis agar nyaman bertutur
- Menggali ilmu menulis dengan ikhlas sebab "duduk sebentar nanti akan paham"
- Menulis itu Rekreasi karena menulis itu membahagiakan.
- Tetap berani menulis di blog dan jangan takut salah
- Buka hati untuk menerima saran orang lain.
- Mulai mengumpulkan bentuk tulisan
- Membuat outline buku
- Meresume dengan parafrase agar bentuknya berbeda dengan yang lain.
Terimkasih bunda Iis




Tetap semangat, Bu
BalasHapussemangat menulis terus ya
BalasHapus