Juni di Adelaide
Aku di antar ke tempat yang sudah ku pesan sebelumnya, rumah kontrakan yang sudah ku pesan lewat email berdasarkan rekomendasi teman teman yang sudah menetap di Adelaide sebelumnya. Jujur pertama sampai aku langsung kena flu berat dan sesak napas.. Entah karena lelah atau karena cuaca dingin, yang pasti keduanya karena saat itu aku tiba di bulan Juni yang merupakan awal musim dingin di Adelaide dan juga lama penerbangan kurang lebih 7 jam Jakarta -Sydney-Adelaide. Teman serumah ku kebetulan orang Indonesia juga.. Dia rela mengorbankan kamarnya yang lebih besar dan berbagi denganku malam itu. Sungguh aku bersyukur karena aku tidak mengalami kendala berarti karena ternyata orang Indonesia / pelajar dari Indonesia banyak disini.. Kebetulan yang punya rumah adalah orang Indonesia yang sudah menikah dengan warga Adelaide dan menetap di kota ini.
Pada musim dingin, suhu rata-rata di Adelaide turun hingga antara 8 - 16°C (46,5 - 60,8°F), dan es kerap terbentuk di kawasan di sekitar pegunungan. Juni adalah bulan terbasah dengan curah hujan rata-rata sekitar 80 mm (3,1 inci). Akan tetapi, Adelaide paling kering jika dibandingkan semua ibu kota negara bagian Australia.
Di tempat ku tinggal juga deket sekali dengan toko orang asia. Asian market dan deket bus stop.. Jadi memudahkan untuk berangkat ke kampus. Sungguh tak menyangka pengalaman di kota ini.. Perumahan disekitarku begitu lengang ketika pagi hanya 1 atau 2 orang yang jalan di pagi hari dengan peliharaan mereka.. Kesan pertamaku, kota ini kota yang sepi.. Tapi justru itulah yang ku senangi karena aku tidak suka kota yang terlalu ramai .. Ah aku anak kampung kan.. Pemilihan kota tempat study tentu saja berdasarkan banyak hal, Setiap pelajar /mahasiswa yang ingin kuliah ke luar negeri terutama ke Australia memiliki pertimbangan sendiri tentang kota tujuan study mereka.
Untukku kota Adelaide adalah kota yang nyaman dan juga menyenangkan terutama buat pelajar/ mahasiswa. Kota ini adalah kota terbesar di Australia selatan, ya karena memang sebagai ibu kota negara bagian. Bagiku kota ini kota yang ramah dan aman bagi mahasiswa dan masyarakatnya saling menghormati, tentu saja masyarakatnya sangat patuh pada hukum dan peraturan. Selama 2 tahun kuliah dan hidup di Adelaide, nyaris aku tidak mengalami kendala yang berarti. Masyarakatnya sangat menghargai privasi orang lain dan tidak mencampuri urusan orang lain. Ya tentu saja budaya mereka berbeda dengan budaya kita di Indonesia. Alasanku memilih Adelaide sebagai kota tujuan S2 ku adalah:
- Kota terbaik untuk mahasiswa asing, karena banyak pestival , makanan halal tentu bagiku yang pelajar muslim ini sangat mendukung, dan menurutku setelah tinggal disini aku merasa ini adalah kota terbaik buat mahasiswa sepertiku. bukan promosi lho ya!! Karena banyak restoran halal dan mudah sekali, dekat kampusku atau di pusat perbelanjaan sangat mudah menemukan makanan halal, terutama makanan Asia, di daerah atau suburb juga kita juga bisa menemukan toko makanan halal.
- Kualitas Universitas di Adelaide tidak kalah dengan unversitas lain di Australia, bahkan ada yang masuk 100 universitas terbaik dunia
- Biaya hidup di Adelaide, terbilang lebih murah untuk pelajar international dibandingkan kota besar lainnya di Australia seperti Melbourne, Sydney, Perth atau Brisbane, jadi bisa berhemat .
- Masyarakat yang multiculture, Adelaide adalah kota yang masyarakatnya sangat multiculture, banyak sekali pendatang di sini, terutama dari China, India, Pakistan, Bangladesh, India, Malaysia dan juga Indonesia dan banyak lagi. Tak heran jika orang Indonesia ga susah nyari produk Indonesia lho, Ada Asian Market dan bahkan khusus produk Indonesia ada orang Indonesia yang jualan produk dalam negeri jadi bisa mengatasi rasa kangen dengan kuliner bahkan produk negeri tercinta. Untuk di supermarket besar seperti Coles dan Woolworths, produk dalam negeri ada dijual tapi yang kuliat itu baru produk Indofood seperti Indomie dan kecap, mudahan kedepannya lebih banyak lagi. Tak heran jika aku merasa seperti my second home, rumah kedua karena banyak orang Indonesia, hehhe Adelaide rasa Indonesia.
- Pekerjaan atau part time job, di Adelaide mahasiswa asing diizinkan untuk bisa bekerja part time. Mahasiswa asing diizinkan bekerja selama 20 jam per pekan. Biasanya mahasiswa yang bekerja part time di restoran, hotel, dan supermarket. Waktu itu aku tidak bekerja karena ga bisa mengatur waktu. Bagi yang membawa keluarga pekerjaan juga terbilang mudah karena suami atau istri bisa bekerja bahkan full time dengan gaji yang besar berkisar 400 sampai 800 dolar Australia per pekan. Pekerjaan biasanya di bidang pertanian seperti ladang strawbery, tomat, jamur dan lainnya.

Komentar
Posting Komentar