Menulis Bersama Mayor Nani
Sesi belajar menulis ke 27 Grup menulis PGRI kali ini menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan TNI yaitu mayor Nani Kusmiyati, S.Pd, M.M., CTMP. Beliau adalah sorang staf pengajar di lingkungan TNI AL dengan pangkat Mayor dan beliau dinas di Pendidikan TNI AL (DISDIKAL) sebagai staf pengajar bahasa Inggris. Beliau adalah alumni peserta belajar menulis gelombang 8 dan sedang menyelesaikan kuliah S3 di Univeritas Negeri Jakarta. Biograpi beliau bisa dibaca di lnk berikut https://nani2teacher1navy.wordpress.com/2021/03/03/curriculum-vitae-nani-kusmiyati/
Menariknya sesi belajar malam ini karena narasumber inspiratif kita beasal dari lingkungan TNI AL, dan topik belajar kita kali ini dari Mayor Nani adalah " Menulis adalah bekerja untuk Keabadian" . Apa maksudnya? Mayor Nani mengungkapkan, dengan menulis walaupun kita sudah tiada di dunia ini, tulisan kita akan terus abadi di hati pembacanya. Intinya, walau kita telah tiada di dunia ini, buku-buku kita masih ada, dan buah pikiran atau ilmu yang kita tuangkan ke dalam buku masih dapat dinikmati orang lain. Yang paling penting anak cucu kita akan bisa membaca tentang sejarah dan pencapaian kita semasa hidup dari tulisan atau buku yang kita tulis. Menurut Mayor Nani kegiatan menulis akan berubah menjadi kegiatan yang menyenangkan jika kita menemukan celahnya, yaitu dengan menulis secara rutin, maka kita bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan tulisan kita. Kita akan menjadi kritikus untuk tulisan kita dengan rutin menulis. Mulai belajar ejaan dan belajar menguntai kata yang sesuai dan tepat.
Manfaat Menulis Menurut Mayor Nani
- Menambah pengetahuan
- Mengasah Otak, dengan menulis maka akan bisa mengasah otak, sehingga walaupun usia bertambah, kita menjadi tidak mudah lupa
- Sebagai sarana edukasi bagi diri pribadi dan orang lain. Kita dapat membagikan ilmu yang kita miliki melalui menulis. Misalnya seorang guru, bisa menuliskan bahan ajar untuk siswa di blog atau menjadikan sebuah buku, sehingga siswa siswi kita bisa membacanya dan menyerap ilmu tersebut dan tentu saja akan berguna untuk masa depan mereka.
- Sebagai perantara kebaikan. Ketika kita menulis hal-hal yang inspiratif yang dapat memotivasi orang lain, yang dapat menenangkan hati orang lain maka kita sudah berbagi kebaikan dengan orang lain.
- Menulis bisa mengabadikan cerita kehidupan kita atau perjalanan karir kita, dengan kata lain kita menulis sejarah kita sendiri
Tips Menulis Menurut Mayor Nani
- Mengikuti kelompok/ grup menulis, ditengah kesibukan beliau menyelesaikan study S3 dan kegiatan dinas di Angkatan laut, beliau masih sempat mengikuti kegiatan grup belajar menulis seperti grup menulis PGRI, dan bergabung dengan group the writers Om Bud (Bapak Budiman Hakim, Kang Asep dan mba Devina). Belau juga mengikuti dua project menulis lain yang banyak berbagi ilmu tentang menulis yaitu project Omera dan Nubala
- Bergaul dengan teman teman penulis
- Menulis sesuai kata hati dan senyaman mungkin, sehingga bisa mneghasilkan karya yang berkualitas dan buku atau tulisan kita nantinya akan menemukan pembaca setianya
- Memperkuat niat pribadi, dengan niat menulis maka kita bisa mencurahkan perasaan kita lewat tulisan
- meluangkan waktu untuk menulis,
- Memaksimalkan waktu dengan menulis ide ide ketika istirahat/ waktu luang
Memang pantas Mayor Nani menjadi inspirasi kita semua dalam menulis, terutama bagi penulis pemula seperti saya. Jiwa seorang guru yang selalu mau belajar, itulah spirit yang paling penting untuk mulai menulis dari hati.
Menulislah sesuai kata hati dan senyaman mungkin!!!

Komentar
Posting Komentar